5th International Confrence

Gedung Auditorium Harus Nasution, Selasa (19/9/17) Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali melaksanakan Seminar Internasional ke 5 (yang ke 2 pada tahun 2017) dengan mengangkat tema: نحو تحقيق التكامل بين تجارب وإنجازات التنمية فى دول العالم الإسلامي

Acara tersebut atas hasil kerjasama antara UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Rhabithah Al-Jami’at Al-Islamiyah (Persatuan Universitas-Universitas Islam).

Baca juga:

http://www.uinjkt.ac.id/rencanakan-konferensi-internasional-liga-universitas-islam-gandeng-uin-jakarta/

http://hajiumrahnews.com/2017/09/18/delegasi-rabithah-dan-liga-universitas-islam-dunia-kunjungi-istiqlal/

Dalam sambutannya Prof. Dr. Dede Rosyada, MA (Rektor) menyampaikanKampus UIN Jakarta telah sukses menjaga budaya keilmuan baik itu ilmu agama ataupun ilmu umum, Sejak didirikanya uin telah mengadakan banyak seminar dengan tujuan kemajuan di bidang keilmuan, selain itu juga untuk melakukan kerja sama dalam hal kegiatan  belajar mengajar. Selama berdiri, UIN telah bekerja keras dalam mengembangkan kurikulum baru, serta mengabdi dan melayani  masyarakat. Bentuk realisasi integrasi keilmuan di UIN adalah integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum sehingga berhasil membangun 11 fakultas.

Pada seminar ini diharapkan dapat memberikan gambaran seperti apa dan bagaimana dengan tujuan untuk membantu mencari solusi untuk setiap problem yang ada.

Diantara manfaat seminar ini untuk perbaikan sistem yg sudah ada. Robitah jamiah islamiyah telah mengadakan banyak penelitian ilmiah dalam kegiatan belajar mengajar. Maka UIN mengharap akan bisa mendapatkan banyak manfaat dan terus menerapkan integrasi keilmuan kedepannya, karena Ini adalah tugas bersama.”

Sedangkan dalam pidatonya Abdullah bin Abdul Muhsin At Turki (Sekjen Rabithah Alam Islami (Liga Muslim Sedunia)) menyampaikan “Semoga dengan adanya seminar ini bisa menghasilkan sesuatu yang dapat diaplikasikan dalam masyarakat dan manfaatnya dirasakan oleh umat, terkhusus seperti apa yg ditulis dalam tema. Kaum Muslim adalah satu umat. Perlu adanya kerja sama diantara mereka meskipun kita semua tahu terdapat banyak madzhab, kelompok dan organisasi di dalamnya. Perlu pondasi, gagasan, serta ide-ide baru. Semua yang terjadi di Irak, Syiria, Yaman dan negara islam lainnya yg sedang dilanda konflik perlu segera dicarikan solusi dan diakhiri. Kita harus memikirkan Bagaimana penyiksaan, pembunuhan, dan penghancuran disana bisa terselesaikan. Urgensi akan hal itu karena telah mencakup lingkup hubungan kemanusiaan, hubungan bernegara, dan hubungan dalam islam. Apakah mungkin melakukan integrasi sedangkan pasti akan ada campur tangan dari pihak lain. Kampus-kampus islam harus memfikirkan hal ini.  Begitu juga dengan para ulama dan ilmuan muslim.

Seluruh muslim itu satu kesatuan, mereka seluruhnya bersaudara, Baik di negara islam atau non islam. Maka dari itu harus ada perlakuan khusus. Semua kerjasama di antara negara islam harus lebih digalakkan dan diperluas. Tidak hanya sebatas wacana ataupun teori saja, namun juga harus benar-benar direalisasikan.

Seminar ini diharapkan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Juga diharapkan dengan ini persaudaraan sesama negara islam juga lebih erat. Karena Perpecahan adalah faktor yang akan sangat berpengaruh bagi kesejahteraan umat. Dalam islam memang terdapat banyak madzhab, tapi itu semua bukanlah masalah, dan bisa diatasi.

Semua pihak harus memahami hal ini supaya umat islam bisa kembali pada kemakmuran, kejayaan dan kemajuan.”

Acara tersebut dihadiri oleh Delegasi Rabithah Al-Alam Al-Islamy (Persatuan Dunia Islam) yang bermarkas di Mekkah di bawah pimpinan Syaikh Abdullah Muhsin Atturki, Sekjen Rhabithah Al-Jami’at Al-Islamiyah (Persatuan Universitas-Universitas Islam) Jakfar Abdussalam, didampingi mantan Rektor Universitas Al Azhar Abdul Hay Azb dan para dekan serta guru besar dari Timur Tengah serta Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, sedangkan acara tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yaitu Selasa-Kamis (19-21/9/17). (W.W &A.S)