Dari Penerapan Syariat Islam di Indonesia hingga Hamzah al-Fansuri

Rangkaian acara Seminar Internasional ke 4 Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dilanjutkan kembali pada hari rabu pukul 08.00. Dimulai dengan seminar utama sesi kedua di ruang Auditorium utama Prof. Dr. Harun Nasution, materi sesi kedua ini diisi oleh Prof. Dr. Khuzaemah Tahido Yanggo dengan makalah Penerapan Syariat Islam dan Legalisasinya di Indonesia. Diikuti kemudian oleh makalah Dr. Nur Abdullah al-Atiibi juga Dr. Mahmoud Muhammad al-Jabbarout dengan makalahnya Islam Politik dan Keberagaman Politik: Syiah Zaidiyah di Yaman. Sesi ini ditutup dengan kajian fiqih yang dibawakan oleh Kaprodi Dirasat Islamiyah, Dr. Yuli Yasin, M.A., dengan makalahnya Legalisasi Wakaf Bertempo di Indonesia.

Sesi selanjutnya dilanjutkan pukul 10.15 WIB. Pada sesi ini seminar dipecah menjadi dua bagian dimana seminar yang bertempatkan di ruang auditorium diisi oleh Prof. Dr. Amani Burhanuddin Lubis dengan konsen sejarah; Prof. Dr. Ahmad Bachmid, Dr. Muhammad Abdul Aziz, dan Dr. Hazbiini dengan fokus sastra; serta Prof. Dr. Ahmad Syatori, salah satu guru besar Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, yang menyampaikan materi Pendidikan Bahasa Arab.

Sementara di Ruang Diorama, sesi kedua yang dipimpin oleh dosen Fakultas Dirasat Islamiyah, Ade Pahrudin M.A., dimulai dengan makalah Yandri Junaedi yang mengusung wacana Pembaruan Metode Takhrij dengan Mengembalikan Fokus Penelitian Ulama Salaf dalam Memahami Hadits. Makalah selanjutnya disampaikan oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Fakultas Dirasat Islamiyah, Dr. Cahya Buana M.A., tentang Hamzah al-Fansuri, seorang penyair berdarah Arab yang kemudian menetap di Aceh. Penyair ini, jelas Dr. Cahya Buana M.A., jelas terpengaruh dengan syiir Arab dalam karyanya. Beliau juga menyampaikan beberapa contoh karya Hamzah al-Fansuri yang kental dengan nuansa syiir Arab. Sesi ini juga diisi oleh Dr. Husni Mubarok dengan fokus Ushul Fiqh, Adi Supriyadi dengan makalah I’jaz ilmi dalam Hadits Nabawi, dan ditutup oleh Mahir Muhammad Sholih dengan tema yang sama. (FN).