FDI Melepas Mahasiswa Program Sandwich Ke Universitas Zaitunah, Tunis pada Acara Rapat Dosen 2017/2018 Ganjil

Senin, 28 Agustus 2017 Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyelenggarakan Rapat Dosen Persiapan Perkuliahan Tahun Akademik 2017/2018 Semester Ganjil yang rutin dilakukan setiap menyambut semester baru. Rapat  kali ini selain membahas berbagai hal yang terkait akademik dan persiapan perkuliahan 2017/2018 Ganjil juga dimanfaatkan untuk seremonial pelepasan mahasiswa Program Sandwich ke Universitas Zaitunah, Tunis.

Program Sandwich ini sudah dirancang sejak bulan Maret 2017 di bawah koordinasi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama Dr. Cahya Buana, MA melalui seleksi yang ketat. Semula, sesuai dengan permintaan PLKI bahwa mahasiswa yang akan diutus hanya 2 orang namun karena pertimbangan tertentu, FDI diminta untuk menyiapkan 4 orang mahasiswa yang akan diutus ke Tunis. Ada tiga Universitas di Timur Tengah yang menjadi tujuan Program ini yaitu Universitas al-Azhar, Mesir, Universitas Zaitunah, Tunis dan Universitas Kuwait, Kuwait. Dari ketiga Universitas tersebut yang paling cepat merespon yaitu Universitas Zaitunah. Berdasarkan hal itu, untuk tahun 2017 Program sandwich FDI difokuskan ke Tunis.

Berdasarkan hasil seleksi, diputuskan bahwa Mohammad Faqihus Syar’i semester 4, Ach. Faisol semester 6, Afni Miftah Khoirunnisa semester 4 dan Indra Choirul Umam semester 6 berhak untuk mengikuti program ini.

Pada acara rapat dosen keempat peserta Sandwich diminta untuk menyampaikan prakata di hadapan pimpinan, para dosen dan karyawan FDI. Faqih peserta pertama sandwich menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan Fakultas dan Universitas untuk menjadi peserta Program Sandwich perdana ke Timur Tengah. Menurutnya persiapan para peserta sejauh ini sudah berjalan lancar dan tinggal menunggu keberangkatan yang direncanakan pada tanggal 10 September 2017.

Ach. Faishol salah seorang peserta asal Madura menyampaikan prakatanya bahwa sejak kecil ia mendambakan belajar di Timur tengah. Namun setiap kali mendaftar untuk belajar di Timteng selalu mendapat jawaban sedang ddipelajari. Baginya program ini mewujudkan impian masa kecilnya untuk menimba ilmu di Timur Tengah.

Indra yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua DEMA dan terpilih menjadi salah seorang peserta sandwich menyampaikan bahwa program ini bukan program main-main, untuk itu ia berharap mendapatkan banyak pengalaman dan sukses dalam mengikuti program ini.

Afni sebagai peserta terkhir yang menyampaikan prakata mengatakan bahwa program ini merupakan anugrah dari Allah SWT dan mohon doa kepada semuanya agar bisa menjalankannya dengan baik dan lancar.

Di akhir acara penglepasan, Dekan FDI Dr. Hamka Hasan, Lc, MA menyampaikan pesan khusus pada para peserta Sandwich bahwa di negeri orang tidaklah sama dengan di negeri sendiri, untuk itu pintar-pintarlah membawa diri dan hadapilah setiap kesulitan dan tantangan dengan tegar. Wadek 3 berpesan “katakanlah hal yang  baik-baik pada dunia dan simpanlah pengalaman yang kurang baik dalam manuskrip lalu jadikan sebagai bahan pembelajaran”.

Para peserta Program sandwich akan menghabiskan waktu selama 4-5 bulan di Tunis atau selama satu semester.  (CB)