ITHLA ABROAD 2017, Mahasiswa FDI Jadi Tenaga Pengajar Program Daurah Arabiyyah di Terengganu, Malaysia

In’amuzzahidin Ali, mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah semester 8 yang menjadi salah satu pengajar pada program “ITHLA ABROAD 2017”. ITHLA ABROAD 2017 adalah program khusus yang digagas oleh Ittihadu Thalabah Al-Lughah Al-Arabiyyah bi Indonesia (ITHLA) bekerjasama dengan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dan Maahad Tahfidz Ar-Rahmah Terengganu – Malaysia untuk mengajarkan keterampilan berbahasa arab. Program ini dilaksanakan selama 15 hari, yaitu dari tanggal 16 – 30 Mei 2017, dan diikuti oleh 13 perwakilan mahasiswa bahasa arab se-indonesia yang telah terpilih melalui proses seleksi berkas dan administrasi.

Adapun nama-nama perwakilan mahasiswa tersebut adalah:

  1. Mikael Marasabessy (PBA UNIDA Gontor)
  2. Muhammad Nagip (BSA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang)
  3. In’amuzzahidin Ali (FDI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  4. Irfan Nur Alfillail (PBA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
  5. Deni Riyanto Budi (BSA UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
  6. Ahmad Barizi (PBA INI Dalwa)
  7. Ahmad Misbah Ardiansyah (PBA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  8. Findha Fa’idah AD (PBA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  9. Rihanatul Fauziah (PBA UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
  10. Aliya Arofah (PBA STAIN Kudus)
  11. Frida Akmalia (PBA STAIN Kediri)
  12. Qurrotu A’yun (PBA UIN Sunan Ampel Surabaya)
  13. Noor Amalina Audina (PBA IAIN Palangkaraya)

Rangkaian kegiatan ITHLA ABROAD dimulai dengan pelatihan mengajar bagi seluruh perwakilan mahasiswa terpilih yang nantinya akan menjadi tenaga pengajar bahasa arab di Malaysia.

Pelatihan yang diagendakan dari tanggal 16 – 19 Mei 2017 di Pusat Bahasa Universitas Darussalam Gontor ini bertujuan agar seluruh calon pengajar program ITHLA ABROAD mempunyai bekal kiat-kiat menjadi pendidik yang matang sesuai dengan kode etik seorang guru. Selama 4 hari tersebut para calon tenaga pengajar digembleng dengan materi-materi seputar metode pengajaran yang baik oleh narasumber dari dosen dan staf Pusat Bahasa Universitas Darussalam Gontor. Beberapa materi tersebut antara lain: “Cara Membuat RPP Pembelajaran Bahasa Arab Model Gontor”, “Cara Membangun Suasana Kelas Dengan Active Learning”, “Cara Mengajar Menggunakan Media”, dsb. Pelatihan ditutup pada tanggal 19 Mei 2017 dan dilanjutkan dengan perjalanan seluruh peserta dari ponorogo menuju jakarta untuk selanjutnya terbang ke Malaysia dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta pada tanggal 20 Mei 2017.

Setibanya di Malaysia, para delegasi calon pengajar program ITHLA ABROAD langsung menuju Kolej Universiti Islam Antarabangsa Selangor (KUIS) untuk istirahat bermalam dan mengadakan pertemuan dengan Pemegang Jawatan Kuasa Majlis Perwakilan Pelajar KUIS yang membahas kerjasama antara Ittihadu Thalabah Al-Lughah Al-Arabiyyah (ITHLA) dengan Majlis Perwakilan Pelajar KUIS. Dan dilanjutkan dengan perjalanan ke tempat para delegasi mengajar, yaitu Maahad Tahfidz Ar-Rahmah Terengganu.

Di Maahad Tahfidz Ar-Rahmah Terengganu inilah para delegasi ITHLA ABROAD 2017 mengajar. Para delegasi mengajarkan siswa/santri disini beberapa keterampilan bahasa arab yang terbagi menjadi 3 skill: writing skill, speaking skill, expression skill. Pengajaran dibagi menjadi 3 kelas sesuai dengan keterampilan masing-masing, dan dimasing-masing kelas akan dihandle oleh wali kelas dari pengajar program ITHLA ABROAD. Kegiatan pembelajaran pun dilaksanakan full day tanpa libur, karena memang itu adalah permintaan dari pemimpin yayasan. Dengan berpedoman pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah disiapkan ketika pelatihan di Gontor, program pengajaran keterampilan bahasa arab ini berjalan dengan baik selama kurun waktu 10 hari. Tentu dengan hasil evaluasi pengajaran berupa penampilan-penampilan yang dikemas dalam “Arabic Art Festival” yang digelar diakhir masa pengajaran.

“alhamdulillah, program mengajar kami disini berakhir dengan memuaskan dan sesuai harapan, bahkan pihak pemimpin yayasan ingin menambah masa mengajar kita menjadi satu bulan”, ujar In’amuzzahidin Ali, salah satu pengajar pada program ini.

Sebelum kembali bertolak ke Indonesia, para delegasi ITHLA ABROAD 2017 menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM) di Bangi – Selangor untuk melakukan pertemuan dengan Dekan dan perwakilan pelajar bahasa arab dari universitas tersebut. Memang, selain misi untuk mengajarkan keterampilan bahasa arab, ITHLA juga ingin memperkenalkan namanya di mata universitas-universitas di malaysia. Tujuannya adalah agar nama ITHLA bisa bergaung di kancah internasional dengan prestasi-prestasinya.

Semoga di tahun yang akan datang program-program mengajar seperti ini akan terus ada dan bisa diikuti oleh banyak mahasiswa bahasa arab di Indonesia, khususnya para mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah. Karena hakikat dalam belajar adalah mengajar. Seperti kata pepatah arab: “ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah”. (Laporan: In’amuzzahidin Ali).