Pengabdian pada Masyarakat FDI Terjun ke Masjid-masjid

BSD – Fakultas Dirasat Islamiyah Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atau yang biasa disebut FDI UIN Jakarta pada Sabtu (22/4/2017) melaksanakan Program Pengabdian pada Masyarakat yang dalam hal ini terjun ke masjid-masjid yang berada di wilayah Bumi Serpong Damai (BSD), Tagerang Selatan. Promgram tersebut adalah bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat).

Acara yang diberi nama “S3 (SAFARI SABTU SUBUH) dengan 1000 (seribu) Jamaah” yang mengangkat Tema “Peran Masjid dalam Mewujudkan Indonesia yang Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur” dengan narasumber Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), TGH M Zainul Majdi, dilaksanakan bekerjasama antara FDI dengan Masjid Al-Ikhlash BSD Sektor 1.6 yang terikat dengan FMMB (Forum Masjid Mushola BSD).

FMMB sendiri tercatat sudah memiliki 57 anggota mushola dan masjid di wilayah BSD dan sekitarnya. Acara yang dimulai sejak pukul 2.30 dengan diawali Qiyamul Lail bersama, Shalat Subuh berjamaah, dan dilanjutkan ceramah sampai pukul 7.00 seperti ini adalah program bulanan yang sudah biasa dilaksanakan sejak tahun 2006 dan dilaksanakan secara bergiliran dari antar masjid ke masjid papar Ketua Penyelenggara S3 Masjid Al-Ikhlas, Roziq Himawan.

Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, dalam sambutannya menuturkan kampus UIN secara kelembagaan akan mendampingi setiap kegiatan masjid di wilayah Tangsel, dan akan mengerahkan mahasiswa serta dosennya untuk terjun langsung dalam memakmurkan masjid.

“Kini UIN Jakarta akan mendampingi setiap kegiatan di masjid-masjid, UIN mencintai masjid, UIN Back to Mosque. Dosen, mahasiswa harus terjun memakmurkan masjid dengan kegiatan-kegiatan positif seperti Safari Sabtu Shubuh ini. Jika melihat awal sejarah agama Islam, masjid selalu dijadikan sebagai sentra pergerakan umat, khususnya untuk syiar sebagaimana yang diajarkan oleh nabi Muhammad. Masjid harus menjadi episentrum pemberdayaan umat, membahas ekonomi, sosial serta bidang-bidang yang bermanfaat bagi Islam dan masyarakat luas, sejarahnya seperti itu, dan UIN sebagai institusi pendidikan Islam mesti kembali mendampingi kegiatan seperti ini,” sambungnya.

Sedangkan TGH M Zainul Majdi dalam ceramahnya memaparkan tentang konsep membangun suatu negara dengan menghidupkan masjid-masjid.

Menurut Gubernur yang juga hafidz Al-Quran itu, “konsep baldatun toyyibatun wa robbun ghofur adalah hasil akhir, tergantung dari apa yang dilakukan oleh masyarakat di suatu negeri. Kalau mau negaranya makmur, sejahtera dan dirahmati, membangunnya dari masjid-masjid yang ada. Kalau masjidnya penuh kegiatan, penuh jamaahnya, insya Allah Indonesia ini akan makmur,” ungkap Zainul Majdi.

Turut serta juga dalam acara ini Civitas FDI Achmad Faisol sebagai pembawa acara dan Dasrizal M. Nainin (Dosen Fakultas Ushuluddin) selaku alumni FDI yang sudah menjadi qori internasional melantunkan ayat Al-Qur’an sebagai pembuka.

Lepas acara tersebut FDI dengan Masjid Al-Ikhlas melakukan penandatanganan MoU di depan Rektor, Gubernur NBT, para tokoh masyarakat, dan Muspida (pihak Polres, Dandim, dan Pihak Kanwil Kemenag) Tangsel. (AS)