Tiga Pendebat FDI Bawa Pulang Juara 2 dalam Lomba Debat Bahasa Arab skala Internasional

Pendebat Bahasa Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil meraih juara 2 (naib johan) pada perlombaan ASEAN Arabic Debate Championship 2017 dalam rangkaian acara Ihtifal Institusi Pengajian Tinggi (IPT) se-ASEAN 2017 yang diselenggarakan di Universitas Sains Islam Malaysia pada tanggal 31 Maret sampai 3 April 2017. Perolehan juara ini menambah koleksi prestasi pendebat Bahasa Arab UIN Jakarta dalam ajang debat Bahasa Arab nasional maupun internasional.

Pada Ihtifal 2017, UIN Jakarta mengirimkan delegasi sebanyak 13 orang mahasiswa untuk mengikuti 4 cabang perlombaan yang berbeda-beda. Cabang perlombaan nasyid diikuti oleh 6 orang mahasiswa, cabang perlombaan tilawah diikuti oleh 2 orang mahasiswa, cabang pidato diikuti oleh 1 orang mahasiswa dan cabang debat dikuti oleh 4 orang mahasiswa.

Cabang perlombaan debat Bahasa Arab yang berhasil meraih juara 2 ini diikuti oleh 3 orang mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) dan 1 orang mahasiswa Fakultas Adab dan Humaniora. Keikutsertaan pendebat FDI ini memberikan kesan tersendiri bagi tim debat FDI yang dikanal dengan sebutan Al-Abqary, pasalnya, pendebat Bahasa Arab Al-Abqary sebelumnya telah menuai banyak prestasi di kancah nasional pada beberapa perlombaan debat Bahasa Arab yang pernah diselenggarakan oleh beberapa universitas di tanah air. Perolehan juara ini sekaligus menambah prestasi para pendebat Al-Abqary pada skala International. Tiga orang pendebat Al-Abqary ini adalah Muhammad Difa El Haq mahasiswa semester 2, Khairul Mufid Zubairi dan Kenang Nurullah mahasiswa semester 4. Peningkatan prestasi Al-Abqary semakin bertambah dikala Khairul Mufid Zubairi berhasil meraih posisi sebagai pendebat terbaik se-ASEAN dalam perlombaan Ihtifal 2017 kemarin.

Para pendebat Bahasa Arab UIN Jakarta dalam perlombaan Ihtifal 2017 dibimbing oleh Dr. Ahmadi Usman, M.A. Beliau adalah pembimbing yang sekaligus merupakan Wakil Dekan Bidang Akademik FDI. Dr. Ahmadi juga merupakan pembimbing kelompok debat FDI Al-Abqary. Sepanjang jalannya perlombaan, Dr. Ahmadi memberikan kontribusi penting terhadap para pendebat dalam menyemangati, memberikan arahan dan masukan, juga mengajarkan cara mengemukakan argumen dengan tepat dan tidak berbelit. Dr. Ahmadi juga membimbing para pendebat pada setiap malamnya untuk menyusun argumen dari topik debat yang akan diperdebatkan esok hari.

Tercatat sudah 5 perolehan juara yang berhasil diraih oleh Al-Abqary dari sejak berdirinya pada 14 Oktober 2016. perolehan juara yang berhasil diraih Al-Abqary antara lain: Juara 3 lomba debat ilmiah Bahasa Arab di ALF UIN Jakarta, juara 2 lomba debat ilmiah Bahasa Arab di FJA UIN Maliki Malang, juara 1 lomba debat ilmiah Bahasa Arab di GAM 7 UNJ, juara 1 lomba debat ilmiah Bahasa Arab di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan juara 1 lomba debat ilmiah Bahasa Arab di IDEA yang diselenggarakan oleh UKM FLAT UIN Jakarta. Maka apa yang telah diperoleh oleh 3 pendebat Al-Abqary dalam lomba debat ilmiah Bahasa Arab dalam Ihtifal IPT se-ASEAN tahun 2017 di USIM menambah daftar perolehan prestasi Al-Abqary. Harapannya adalah Al-Abqary tidak hanya menjadi wadah untuk mahasiswa dalam mengembangkan potensi Bahasa Arabnya melalui debat namun juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan khitabah, baca berita berbahasa Arab, puisi, kaligrafi dan lain sebagainya. (Difa Elhaq, AS).