Tim Debat Bahasa Arab Raih Juara 3 di IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Cirebon,- Dalam ajang lomba Gebyar Bahasa Arab VI yang diadakan oleh HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) Pendidikan Bahasa Arab IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada 2-6 Mei 2017, tim debat bahasa arab UIN Jakarta kembali menggondol tropi juara ke-3 pada pekan lalu. Tropi ini berhasil direbut oleh tiga mahasiswa semester 2 pada final debat melawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Mereka adalah Moh. Royyul ‘Ulum, Qolbun Salim Alfaruqi dan Zulhilmi Amrullah.

Pada Pekan Ilmiah Debat Bahasa Arab ini, ketiga mahasiswa semester dua Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut berhasil merebut tropi juara ke-3 setelah melewati tiga babak pertandingan. Pada babak seperempat final mereka melawan IAIN Purwokerto dan lolos ke babak selanjutnya dengan banding score 10 poin. Lalu, pada semi final mereka melawan UIN Malang dengan banding score 100 poin. Namun pada semi final ini mereka harus merelakan diri untuk tidak masuk pada final perebutan juara 1 dan 2. Di luar itu, masih ada harapan dan peluang bagi mereka untuk masuk pada final perebutan juara 3 melawan UMY.

Perdebatan yang berjalan selama dua hari itu berjalan sangat sengit. Terlebih tema yang disuguhkan oleh panitia penyelenggara tergolong sulit untuk ditemukan latar belakang dan pro-kontranya.

“Apa yang harus diperdebatkan kalau temanya begini?” ujar Qolbun, salah satu dari peserta debat semester dua itu.

Namun, peraturan tetaplah peraturan yang harus ditaati dan dijalankan sebagaimana mestinya. Meski mereka mengalami kebingungan dalam menemukan argumentasi yang harus diperdebatkan, mereka tetap semangat dalam memperjuangkan posisi mereka dalam arena debat. Tidak peduli atas kebingungan yang mereka hadapi. Sehingga jumpa pada babak akhir perebutan juara 3, mereka tampil dengan performa lebih maksimal dari babak-babak sebelumnya.

Adapun tema yang disuguhkan pada final perebutan juara 3 memang sangat menarik. Karena di setiap kubu bisa mempertahankan posisinya dengan argumen-argumen yang mudah mereka temukan dari berbagai aspek dan pandangan baik menurut data autentik maupun permainan logika. Tema tersebut adalah pembentukan lembaga sertifikasi penceramah. Sebuah tema yang diambil sebab dilatarbelakanginya oleh maraknya penceramah yang menggunakan media dakwah untuk kepentingan dan keuntungan pribadi atau suatu golongan. Lebih dari itu, mereka, para penceramah, pada dasarnya tidak memiliki ilmu yang mumpuni. Sehingga apa yang mereka sampaikan tidak berdasarkan sumber ilmu yang pasti dan akurat. Dengan kata lain, mereka memberikan fatwa dengan akal mereka atau seenaknya sendiri.

“Nah, tema yang seperti inilah yang bisa disusun argumentasinya secara jelas dari kedua kubu.” Timpal Qolbun saat menyusun argumen.

Tiba di ujung penilaian, ketiga juri menobatkan juara 3 kepada ketiga mahasiswa semester dua yang berasal dari tim debat Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta. Tim tersebut bernama Al Abqary di bawah binaan Dr. Ahmadi Utsman, M.A. dan Dr. Cahya Buana.

“Tidak sia-sia kita datang jauh-jauh dari Jakarta yang penuh pengorbanan!” tambah mereka di akhir perjumpaan dalam event itu.

Tidak hanya itu. Ada juga mahasiswa UIN Jakarta selain mereka yang menggondol tropi kejuaraan dari ajang Gebyar Bahasa Arab itu. Diantaranya dua mahasiswi yang berasal dari Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Yaitu Silvi Andriyani, mahasiswa semester 2, yang berhasil meraih juara 2 lomba puisi dan Imroatus Sholihah, mahasiswa semester 4, yang berhasil meraih juara 2 lomba pidato. (Laporan: Moh. Royyul ‘Ulum)