Tim Debat FDI Raih Juara 1 di GAM Ketujuh UNJ

Setelah sebelumnya berhasil meraih juara dua di ajang lomba debat Bahasa Arab tingkat nasional di Festival Jazirah Arab (FJA) UIN Maliki Malang, kali ini Al-Abqary, tim debat Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) berhasil pula membawa pulang gelar juara satu pada ajang perlombaan tingkat nasional di Gebyar Apresiasi Mahakarya yang ketujuh (GAM) yang diselenggarakan oleh Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Jakarta. GAM sendiri merupakan acara tahunan yang banyak menarik perhatian universitas maupun lembaga pendidikan lain untuk ikut berpartisipasi didalamnya. Tak terkecuali Fakultas Dirasat Islamiyyah, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

GAM ke tujuh Universitas Negeri Jakarta resmi dibuka pada Senin 28 November 2016. Berjalan selama tiga hari dari hari Senin sampai Rabu. Perlombaan debat ini tidak hanya diikuti oleh universitas dan lembaga pendidikan yang berada di Jakarta saja. Adapula yang berasal dari luar Jakarta demi berpartisipasi dalam perlombaan ini, diantaranya: Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Islam Indonesia, Universitas Pendidikan Indonesia, IAIN Lampung, Stiba Ar-Rayah dan universitas maupun instansi pendidikan lain yang turut serta dalam lomba debat di GAM kali ini.

Sebagai salah satu fakultas di Universitas Islam Negeri Jakarta yang mengirimkan delegasinya untuk berkompetisi di GAM, FDI hanya mengirim delegasi untuk ikut serta dalam lomba debat Bahasa Arab. Delegasi debat FDI terdiri dari satu tim debat Al-Abqary, dengan beranggotakan 3 orang mahasiswa aktif. Ketiga orang tersebut ialah: Muhammad Difa El Haq, mahasiswa semester satu sebagai pembicara pertama, Khairul Mufid zubairi, mahasiswa semester tiga sebagai pembicara kedua dan Kenang Nurullah, mahasiswa semester tiga sebagai pembicara ketiga.

Tim debat Al-Abqary melakukan tiga kali pertandingan debat untuk sampai kepada penentuan juara. Dipertandingan pertama yaitu tahap penyisihan, Al-Abqary berhadapan dengan tim debat Ar-Rayah B, adu argumen menghiasi jalannya perlombaan. Sesekali, anggota masing-masing tim menaikkan intonasi suaranya demi meyakinkan juri dan para hadirin yang menyaksikan untuk bersedia mengamini argumen yang disampaikan. Pada tahap penyisihan, mosi debat yang digunakan ialah tentang “peningkatan upah minimum regional di Indonesia”.

Setelah melewati tahap penyisihan, terpilihlah delapan tim debat dari 24 tim yang memiliki perolehan poin tertinggi untuk maju ke tahap selanjutnya yaitu tahap perempat final. Al-Abqary berhasil meraih 1045 poin, diposisi kedua setelah Ar-Rayah tim A dengan 1080 poin dan disusul oleh enam tim lainnya secara berurutan yaitu: tim debat Fakultas Bahasa dan Sastra UIN Jakarta dengan 1037 poin, UII tim B, 991 poin, Ar-Rayah tim B, 985 poin, UNJ tim A, 978 poin, UGM, 964 poin dan UMJ dengan 953 poin. Di tahapan perempat final, Al-Abqary berhadapan dengan tim debat Universitas Negeri Jakarta A dengan sebuah mosi debat yang berkenaan dengan “perpanjangan kontrak PT.Freeport”.

Dengan sistem poin, maka dari delapan tim yang lolos ke tahap perempat final dipilih empat tim diantaranya yang memiliki perolehan poin paling tinggi, peroleh poin tertinggi pertama dan kedua langsung memasuki tahap final dan penentuan juara satu maupun dua dan dua tim lain dengan poin dibawahnya bertanding memperebutkan juara tiga. Maka dengan sistem poin seperti ini tidaklah dijumpai tahap semi final. Dua tim peroleh poin tertinggi yang memperebutkan juara satu dan dua adalah Al-Abqary dengan 1135 poin dan tim debat Ar-Rayah A dengan 1077 poin. Sedangkan tim debat Ar-Rayah B dengan 1027 poin akan berkompetisi dengan tim debat Universitas Negeri Jakarta A dengan 956 poin untuk memperebutkan juara tiga.

Pelaksanaan tahap perempat final dan perebutan juara satu, dua dan tiga dilaksanakan dalam satu hari sekaligus pada hari Selasa 29 November. Sorak-sorai para penonton mewarnai jalannya final, riuh dan ramai. Mosi yang diperdebatkan diberikan 15 menit sebelum naik panggung, hal ini untuk memberikan tantangan yang lebih bagi kedua tim dan untuk menguji kematangan materi walaupun dengan waktu yang terbatas. Dengan mosi “penghapusan ujian nasional di Indonesia” kedua tim saling beradu argumen. Al-Abqary sebagai pihak kontra yang membantah bahwa ujian nasional di Indonesia harus dihapuskan sedangkan tim debat Ar-Rayah A sebagai pihak pro yang menyetujuinya. Masing-masing pembicara diberi waktu tujuh menit untuk mengemukakan pendapat. Debat berlangsung seru dan kompetitif.

Rabu 30 November merupakan hari yang telah dinanti oleh setiap universitas, instansi pendidikan dan para pelajar yang mengikuti lomba di GAM UNJ. Karena akan dibacakan para pemenang dari setiap lomba. Penutupan perlombaan GAM beserta pengumuman pemenang lomba dilaksanakan pada sore hari sekitar pukul 15.30 WIB. Beberapa penampilan yang dibawakan peserta maupun panitia lomba mewarnai setiap rentetan acara. Dan waktu yang dinantipun tiba, juara lomba debat Bahasa Arab tingkat nasional akan segera diumumkan, semua tim yang berkompetisi dalam debat tidak sabar untuk menanti lebih lama. Pemenang lomba debat di Gebyar Apresiasi Mahakarya yang ketujuh Universitas Negeri Jakarta jatuh kepada tim debat Al-Abqary, tim debat Ar-Rayah A sebagai juara dua dan tim debat Ar-Rayah B sebagai juara tiga.

Pada akhirnya, tim debat Al-Abqary FDI UIN Jakarta berhasil meraih juara satu setelah setahun lamanya terhenti pada juara kedua maupun ketiga dari perlombaan-perlombaan debat yang telah diikuti. Harapan selanjutanya, Al-Abqary dapat menjuarai kompetisi-kompetisi debat dikancah Internasional dan membawa nama baik Universitas Islam Negeri Jakarta. Acara penutupan berlanjut dengan sesi foto bersama walaupun diguyur hujan lebat dipertengahannya. (Laporan: Muhammad Difa El Haq)