FDI News – Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta kembali mengirimkan delegasi dalam perlombaan debat Bahasa arab di Malaysia tanggal 25-28 Oktober 2019. UIN mengutus satu tim sebagai perwakilan yakni Muhammad Difa Elhaq, Ahmad Syahru Ramadhan dari Jurusan Dirasat Islamiyah, serta 2 lainnya dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab yaitu Mahbbobby dan Ikhlasul.

Lomba debat Bahasa Arab yang diadakan di Universitas Sains Islam Malaysia (USIM) merupakan pertama kalinya dalam skala Asia Tenggara dengan Enam kali putaran pertandingan termasuk babak simulasi atau percobaan.

Babak simulasi atau pertandingan pertama tim debat UIN Jakarta dinyatakan lebih unggul dari Universitas Sultan Zainal Abidin (UNIZA) Malaysia dengan membawakan mosi tentang “Penggunaan Smart Teknologi Dalam Pembelajaran Akan Mengurangi Taraf Kecerdasan Siswa”. Lalu dibertandingan kedua bertemu dengan kontestan dari Universitas Malaya (UM) dan dinyatakan lolos. Kemudian di pertandingan ketiga bertemu dengan kontestan dari Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Arab (STIBA) Arrayah dengan membawa mosi tentang “E-sport” namun tidak dinyatakan lolos. Selanjutnya bertemu dengan Carnegie Mellon University of Qatar dan terakhir bertemu dengan Institut Darul Aman Malaysia.

Meski tiga kali lolos dalam putaran pertandingan, UIN Jakarta belum berhasil membawa piala. “Untuk saat ini, Universitas Islam Negeri Jakarta sendiri, tidak bisa sampai ke babak seperempat final dikarenakan kita kalah point dengan tim lain, seperti halnya ada 4 tim dari arab asli yang bisa masuk ke babak seperempat final tersebut. Ada Arab, Qatar, Oman, Jordan, Dan STIBA Arrayah. Kalo kita sendiri tidak bisa masuk, nilai kita berada di posisi ke-11 sedangkan yang diambil hanya 8 posisi teratas,” unggkap Difa saat diwawancarai selepas kepulangannya dari Malaysia.

Walaupun begitu, perjuangan mereka dalam meraih kesempatan dan mendapat sejuta pengalaman itu sangatlah memberikan motivasi, apresiasi dan rasa syukur yang patut dibanggakan.

“Saya sangat senang dan merasa bahwa banyak hal yang tidak  ketahui. karena dengan pengalaman ini saya menjadi semakin sadar, termotivasi untuk membuka wawasan. Terlebih untuk mempelajari bahasa Arab. Karena berdebat dengan orang Arab, memotivasi orang Indonesia ketika sungguh-sungguh dalam mempelajari sesuatu,  justru bisa lebih mengungguli orang Arab. Jadi, kita belajar dari mereka tentang bahasa arab itu sebagaimana mereka belajar dari kita tentang semangat untuk mempelajari bahasa arab yang mana notabene nya bukan bahasa ibu kita,” lanjutnya.

Dalam perlombaan ini, Difa berharap delegasi selanjutnya agar lebih bersungguh-sungguh lagi dalam belajar, fokus pada impian, cita-cita, yakin tidak ada yang tidak mungkin, gantung cita-cita setinggi mungkin tapi juga dibarengi dengan usaha, serta bisa pergi ke luar negeri untuk mewakili UIN syarif Hidayatullah Jakarta dalam lomba debat Internasional maupun  debat skala nasional yang dapat mengharumkan nama Universitas khususnya dan Negara Indonesia pada umumnya. (Tim Jurnalis FDI: Ilmi Rosyada dan Lisda Vebi Angelina)