DEMA FDI News – Pada hari kedua perlombaan Harokah Musabaqoh Al-Lughoh Al-‘Arabiyah (HAMASAH) 2019 diadakan 4 lomba yang salah satunya puisi yang diselenggarakan di Aula, Gedung Fakultas Dirasat Islamiyah, Lantai 2, Selasa, (20/11/2019) siang.

Peserta dengan no. urut 5 atas bernama Yusuf Nasrul Haq perwakilan dari UIN Jakarta menyajikan puisi yang berbeda dengan peserta lain. Tidak hanya membaca, dia juga membawa alat peraga yang mendukung isi puisinya.

Yusuf membacakan puisi yang berjudul Ila Ummi (Untukmu Ibu) karya Mahmoud Darwis asal Palestina. Isi puisinya menggambarkan kerinduan seorang anak kepada ibunya yang telah meninggal karena rezim Israel. Dia baca dengan artikulasi, mimik dan gestur yang baik. Tidak hanya itu Yusuf juga memvisualisasikan dengan membawa foto ibunya, lilin dan daun daun kering yang di sebar di sekitar panggung yang membuat beda dengan peserta yang lainnya. Sehingga menjadi daya tarik lebih bagi penonton dan juri.

“Supaya makin menghayati dan menarik penonton, Supaya makin menghayati dan menarik penonton, daun kering itu menandakan musim kemarau dan musim kemarau itu dimana suasana lagi  merasakan kerinduan.” Kata Yusuf.

Yusuf menghayati isi dari puisinya seakan dia sendiri yang rindu kepada ibunya yang telah meninggal. Air mata yang terus mengalir selama membaca puisinya memadu dengan teriakan memanggil ibu yang telah meninggal. Sampai para peserta juga ikut merasakan isi dari puisinya.

Puisinya diakhiri dengan memberikan setangkai bunga mawar kepada salah satu dewan juri perempuan. Sorak tepuk tangan penonton dan juri mengapresiasi puisi yang dibacakan oleh Yusuf. Pasalnya hanya Yusuf yang menyajikan puisi menggunakan alat peraga untuk mendukung isi puisinya. (Tim Jurnalis FDI: Hasby Ashiddieqi).