Konsinyering Perdana: FDI Mantapkan Langkah Dirikan Program Studi Doktoral
Konsinyering Perdana: FDI Mantapkan Langkah Dirikan Program Studi Doktoral

Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar konsinyering pertama terkait pendirian Program Doktor (S3) pada Jumat (29/8/2025) di ruang rapat fakultas. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh sembilan peserta, terdiri atas Dekan, para Wakil Dekan, perwakilan dosen, serta perwakilan tenaga kependidikan, dan menghadirkan Prof. Dr. Hamka Hasan, M.A. sebagai narasumber.

Dalam paparannya, Prof. Hamka Hasan menekankan bahwa calon mahasiswa S3 Dirasat Islamiyah idealnya memiliki latar belakang pendidikan Timur Tengah dengan penguasaan literatur Arab klasik (turats) yang luas. Sebagai pembeda S3 Dirasat Islamiyah dari program doktoral lainnya, ia menilai calon mahasiswa perlu diperkuat dengan perspektif keindonesiaan serta keterampilan riset yang mumpuni sehingga tugas akhir yang dihasilkan memiliki keunikan dan kekhasan tersendiri.

Dekan FDI, Dr. Yuli Yasin, M.A., menegaskan bahwa pembukaan program S3 merupakan langkah strategis untuk memperkuat keilmuan di bidang Dirasat Islamiyah. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan bahwa FDI pada akhirnya dapat mengusulkan pembukaan program studi doktoral setelah fakultas memiliki tambahan beberapa profesor dalam waktu dekat.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr. Imam Sujoko, M.A., menambahkan sejumlah poin penting yang harus diperhatikan dari hasil konsinyering awal dengan narasumber eksternal sebelumnya. Beberapa di antaranya adalah perlunya penyusunan pedoman penulisan disertasi, penyusunan roadmap riset, pematangan rumusan capaian pembelajaran, serta memasukkan keunggulan program studi ke dalam kurikulum. Ia juga mengusulkan agar sistem yang telah teruji pada Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) diadopsi dalam skema perekrutan mahasiswa S3.

Untuk semakin mematangkan rencana pembukaan program studi doktoral, FDI berencana melakukan benchmarking ke beberapa universitas serta mengagendakan konsinyering lanjutan dengan menghadirkan sejumlah pakar.