Dari Keresahan Menjadi Ide Pembaruan: Inovasi Website Akademik Go-Beyond Membawa Kemenangan di Perlombaan Nasional
Dari Keresahan Menjadi Ide Pembaruan: Inovasi Website Akademik Go-Beyond Membawa Kemenangan di Perlombaan Nasional

Rizkika Tiara Rahmani dan Nabiilah Ar Rasyidah, dua mahasiswi Fakultas Dirasat Islamiyah yang baru saja menyabet juara dua dalam perlombaan Sparkling Idea dalam rangkaian Aisyah Festival 8.0 yang dilaksanakan oleh Mahad Aisyah Binti Abu Bakar Li al-Da’wah, Bogor. Rangkaian perlombaan yang dimulai sejak penyisihan pada bulan April hingga puncak final pada Minggu, 3 Mei 2026 diikuti dengan sabar dan penuh kerja keras. Berbagai tantangan dilalui oleh kedua mahasiswi tersebut, terlebih kesibukan semester enam yang cukup menguras waktu dan tenaga.

            Sparkling Idea merupakan perlombaan adu gagasan solusi atas permasalahan yang sudah ditentukan temanya oleh pihak panitia. Peserta mengumpulkan proposal yang menjabarkan rincian solusi yang diusung dengan berbagai analisis dampak positif dan negatifnya, kemudian membuat demonstrasi produk yang ditampilkan saat final. Bersama Nurul Khusna Fudholah, mahasiswi semester 6 Prodi Jurnalistik, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi mengembangkan aplikasi Go-Beyond. Go-Beyond merupakan aplikasi penunjang Academic Information System (AIS) dan E-Semesta yang berfokus menyokong perkembangan afektif mahasiswa.

WhatsApp Image 2026-05-08 at 15.46.10 (1)

Nabiilah mengungkapkan, “Kalau biasanya di AIS atau E-Semesta mungkin kita hanya melihat IPK, menganmbil KRS, atau mengumpulkan sertifikat prestasi, Go-Beyond ini menjadi jurnal akademik mahasiswa yangb menyimpan berbagai macam hikmah dan pelajaran penting yang didapatkan mahasiswa di ruang kelas. Selain itu, Go-Beyond memiliki fitur Meaninful Project yang dapat mendorong aspek penelitian serta pengabdian mahasiswa”

            Inovasi Go-Beyond merupakan solusi yang berangkat dari keresahan mahasiswa mengakses portal akademik yang sering bermasalah. Dengan adanya Go-Beyond, diharapkan aspek afektif mahasiswa lebih terpenuhi. Selain itu mendukung mahasiswa dalam menjalankan dua pilar tri dharma perguruan tinggi, yaitu penelitian dan pengabdian. Dosen dapat memantau dan berkolaborasi dengan mahasiswa lewat aplikasi tersebut.

            Rizkika menuturkan sembari tersenyum sumringah, “Ini merupakan penutup sekaligus perlombaan terakhir kami sebagai mahasiswa. Setelah ini kami akan fokus menyelesaikan tugas-tugas mahasiswa akhir. Alhamdulillah lebih dari ekspektasi awal, karya ini bisa menang.”

            Semangat pantang menyerah diiringi manajemen waktu yang baik menjadi kunci utama bagi tim ini sampai pada pangung kejuaraan. Di tengah kesibukan kuliah, KKN, organisasi, dan lain sebagainya masih menyempatkan untuk berlomba.