FDI Gelar Peningkatan Skill Khatib Jumat, Bentuk Pengabdian Dosen bersama Mahasiswa kepada Masyarakat
FDI Gelar Peningkatan Skill Khatib Jumat, Bentuk Pengabdian Dosen bersama Mahasiswa kepada Masyarakat

Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) bersama tim KKN in Campus El-I’timad dan Pesantren Tahmilul Quran menyelenggarakan acara Pelatihan Khatib Jumat Inspiratif pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan yang diselenggarakan di Pesantren Tahmilul Quran, Gunung Sindur ini merupakan bentuk pengabdian terhadap masyarakat. Sebanyak 72 orang peserta yang terdiri dari 25 santri Pesantren Tahmilul Qur'an, 30 santri dan ustadz Yayasan Nur Syamsi Rawakalong, dan 17 Pengurus DKM dari 9 masjid yang ada disekitar pondok pesantren sangat antusias mengikuti rangkaian materi sekaligus praktek langsung di hadapan narasumber.

Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Imam Sujoko, Lc., M.A. mengatakan bahwa pelatihan ini sebagai kewajiban kampus terutama FDI dalam bentuk pengabdian masyarakat. Dr. Imam mengucapkan terima kasih kepada para peserta pelatihan yang hadir dan berharap banyak manfaat yang diperoleh setelah mengikuti pelatihan khatib inspiratif.

Sementara itu, Daud Lintang S.S.I., M.A., selaku pimpinan pesantren menjelaskan bahwa para santri merasa senang dan menyambut baik inisiasi kerjasama antara Fakultas Dirasat Islamiyah dengan Pesantren Tahmilul Qur'an dalam bentuk Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) khususnya bagi masyarakat Desa Rawakalong dan sekitar khususnya para pengurus DKM Masjid. “Bagi kami PKM ini adalah wujud nyata perhatian dan kehadiran kampus ke tengah - tengah masyarakat yang membutuhkan bimbingan dan pembinaan keilmuan,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung dalam 2 sesi ini diisi oleh narasumber berbeda yang disesuaikan dengan tema pelatihan. Sesi pertama diisi oleh Randy Putra Alamsyah, S.Ag. M.A, selaku pembina Pesantren Tahmilul Quran yang memaparkan materi terkait posisi dan urgensi khutbah jumat. Randy menegaskan bahwa khutbah jumat adalah satu-satunya manifestasi dari majelis ilmu yang tidak akan lekang oleh waktu. Sebab kewajiban salat Jumat berlaku hingga hari kiamat. Untuk itu hendaknya khatib memaksimalkan momen ini untuk memberikan nasehat kepada jamaah.

Sementara itu, sesi kedua dipandu oleh Dr. Ahmad Riadi Batubara, M.Pd, selaku Dai Dewan Masjid Digital Indonesia. Dia memaparkan retorika dakwah yang harus diperhatikan oleh khatib. Dia juga merumuskan empat pilar penting khatib yaitu seni menata hati, seni menata diri, seni materi, dan terakhir seni menata delivery yang harus dilakukan oleh khatib inspiratif. Selain itu, dia menjabarkan lima jurus kunci retorika dakwah mulai dari aspek suara, aspek gestur, aspek ekspresi, aspek kontak mata, hingga aspek penampilan agar jamaah tertarik dan terkesan dengan penyampaian khatib.

Acara ditutup dengan zikir dan buka puasa bersama di Masjid Mujahidul Yamin. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan khidmat dan lancar. Harapannya, materi yang disampaikan dapat dipraktikkan oleh para peserta sehingga dapat meningkatkan kualitas khutbah jumat di masjid-masjid sekitar.