Implementasi MBKM, FDI Berangkatkan Enam Mahasiswa ke LIPIA untuk Studi
Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menetapkan mahasiswa peserta dan lulusan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) tahun 2026. Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Dekan FDI tentang Lulusan MBKM 2026 sebagai bentuk komitmen fakultas dalam memperkuat pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) dan peningkatan kompetensi lulusan.
Pelepasan peserta program dipimpin langsung oleh Dekan FDI, Dr. Yuli Yasin, Lc., M.A., di Gedung FDI, Selasa (24/2/2026). Program MBKM periode Februari 2026 ini merupakan angkatan kedua sebagai tindak lanjut kerja sama akademik antara FDI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA).
Melalui skema ini, mahasiswa akan mengikuti pembelajaran selama satu semester di LIPIA dan memperoleh pengakuan konversi SKS sesuai ketentuan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) yang diterapkan fakultas. Skema tersebut diharapkan mampu memperluas perspektif keilmuan sekaligus memperkuat kompetensi akademik mahasiswa secara terukur.
Pada agenda pendampingan dan penyerahan mahasiswa ke LIPIA, tim FDI diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Imam Sujoko, Lc., M.A., Ketua Program Studi S1 Dr. Aida Humaira, M.A., serta Sekretaris Program Studi S1 Daud Lintang, S.SI., M.A. Enam mahasiswa yang dinyatakan lulus seleksi, yakni Hilwa Fauzia, Fatih Abdurrahman, M. Fitrah Murappal, Vera Feronika, Khairunnisa Asmi, dan Akmal Hisyam Zubair Lubis, akan menjalani studi lintas institusi tersebut.
Dekan LIPIA, Waleed bin Abdullah al-Utsman, menyambut hangat kedatangan pimpinan dan mahasiswa FDI. Ia menilai program MBKM lintas universitas ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi akademik sekaligus meningkatkan mutu pembelajaran.
Di lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, program MBKM menjadi salah satu strategi akademik untuk memberi kesempatan mahasiswa belajar di luar program studi melalui berbagai skema, seperti magang, riset, asistensi mengajar, pengabdian kepada masyarakat, hingga proyek kemanusiaan. Implementasi MBKM tidak sekadar memenuhi kebijakan nasional pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi langkah konkret dalam menyiapkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja serta masyarakat global.
Selain memperluas wawasan keilmuan, kegiatan belajar satu semester di LIPIA ini juga diharapkan mendorong penguatan kolaborasi, kepemimpinan, serta kemampuan problem solving mahasiswa dalam konteks riil. Fakultas memastikan seluruh proses administrasi, pembimbingan akademik, hingga evaluasi kegiatan berjalan sesuai standar mutu yang ditetapkan.
Dengan ditetapkannya lulusan MBKM tahun ini, FDI berharap partisipasi mahasiswa dalam program serupa terus meningkat pada periode mendatang. Penguatan implementasi MBKM–LIPIA diyakini akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas lulusan sekaligus reputasi akademik fakultas di tingkat nasional maupun internasional.
