Kolaborasi Abqary dan MIDRAS FDI Gelar Talkshow Debat dan Kepenulisan, Bekali Mahasiswa Seni Membangun Argumen Ilmiah
Lembaga Semi Otonom (LSO) Abqary dan LSO MIDRAS Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) sukses menyelenggarakan kegiatan Talkshow Debat & Kepenulisan 2026 pada Senin (22/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Landmark UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengangkat tema “How To Build an Argument: Seni Menyusun Argumen Debat dan Penulisan Ilmiah”.
Talkshow ini merupakan agenda kolaboratif yang bertujuan meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menyusun argumen yang logis, kritis, dan berbasis data, baik dalam forum debat maupun dalam penulisan karya ilmiah. Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Naufal Syafiq, Ketua Abqary 2025, dan Meryanti, mahasiswa berprestasi sekaligus awardee LPDP 2022.
Acara dipandu oleh Muainun Mubin selaku moderator yang membuka kegiatan sekaligus memperkenalkan profil para pemateri. Sebanyak 31 peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dari awal hingga akhir acara. Pada sesi pertama, Meryanti membagikan pengalaman dan pandangannya mengenai dunia kepenulisan dan penelitian. Ia menekankan bahwa ide penelitian dapat lahir dari kepekaan terhadap berbagai persoalan yang ada di sekitar lingkungan kampus maupun masyarakat.
Menurutnya, berbagai isu seperti kebiasaan merokok di area kampus, implementasi konsep green campus, hingga persoalan kebersihan dapat menjadi objek penelitian yang menarik apabila mahasiswa mampu melihatnya secara kritis dan ilmiah. Melalui kepekaan tersebut, mahasiswa dapat menghasilkan karya tulis yang relevan dan bermanfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan. “Permasalahan merokok di area kampus, implementasi green campus yang kurang, kebersihan UIN yang kurang dst. kalo kita peka, kita bisa menjadikannya bahan penelitian, bahan tulisan,”ungkapnya.
Sementara itu, pada sesi kedua, Naufal Syafiq menjelaskan konsep dasar dalam membangun argumen yang kuat dalam debat. Ia memaparkan bahwa sebuah argumen ideal tersusun atas tiga komponen utama, yaitu tashrih (claim), ta’lil (reasons), dan tadlil (evidence). Menurutnya, ketiga unsur tersebut menjadi fondasi penting agar argumen tersusun secara sistematis, logis, dan didukung oleh data yang valid.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, di antaranya mengenai cara menemukan novelty dalam penelitian serta strategi menjaga semangat dan konsistensi dalam menulis karya ilmiah. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menunjukkan tingginya minat peserta terhadap tema yang diangkat.
Ketua Pelaksana, Djihad, menyampaikan apresiasi atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.
Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran yang sangat berharga mengenai penulisan serta penyusunan argumen yang logis. Ia juga menambahkan bahwa kepenulisan dan cara berpikir merupakan dua hal yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber dan sesi foto bersama seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, LSO Abqary dan LSO MIDRAS berharap mahasiswa FDI semakin termotivasi untuk mengembangkan budaya literasi, berpikir kritis, serta meningkatkan kemampuan argumentasi sebagai bekal dalam dunia akademik maupun kehidupan profesional.
