Mahasiswa FDI Paparkan Analisis Fenomena Kekerasan Seksual dan Kegagalan Pendidikan Relasional dalam Perspektif Tarbiyah al-Qur’an di Konferensi Nasional
JAKARTA – Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) kembali menunjukkan kiprah di kancah akademik tingkat Nasional. Delegasi mahasiswa yang beranggotakan Inas Sesya Faihana, Nabiilah Ar Rasyidah, Septiyana Aliya Zahra, dan Auliya Milla Rosyidah sukses mempresentasikan artikel ilmiah mereka dalam konferensi tingkat Nasional yang diadakan oleh Institut Agama Islam Imam Syafi’i (IAI IMSYA Indonesia). Konferensi ini mengusung tema besar "Transformasi Ilmu Pengetahuan dan Tantangan Masyarakat Kontemporer dalam Perspektif Multidisipliner".
Tim ini berangkat sebagai delegasi resmi dari MIDRAS, sebuah Lembaga Semi Otonom (LSO) baru di lingkungan Fakultas Dirasat Islamiyah yang berfokus pada bidang kepenulisan, riset, dan pengembangan intelektual mahasiswa. Keikutsertaan dalam forum diskusi ilmiah taraf nasional ini menjadi salah satu capaian yang gemilang bagi LSO MIDRAS dalam mendorong arus publikasi ilmiah di kalangan mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah.
Dengan kerja keras dan ketekunan di tengah kepadatan aktivitas mahasiswa semester akhir, tim ini berhasil melalui tahap administrasi, mengirim abstrak, sampai pada tahap pengiriman paper dan PPT yang jatuh pada tanggal 15 Mei 2026. Puncak acara konferensi ini sendiri diselenggarakan secara hybrid langsung dari kampus IAI IMSYA, Pekanbaru - Riau, pada hari Rabu, 20 Mei 2026.
Dalam forum ilmiah tersebut, delegasi LSO MIDRAS mempresentasikan paper bertajuk:
"Kekerasan Seksual dan Kegagalan Pendidikan Relasional: Perspektif Tarbiyah al-Qur’an”
Artikel ini mengkritisi fenomena kekerasan seksual terutama yang terjadi dalam lingkup dunia pendidikan. Didukung dengan pemaparan data kasus kekerasan seksual sebagai bukti, artikel ini menunjukkan kegagalan pendidikan baik di institut maupun masyarakat dalam membentuk edukasi dan ruang aman. Kegagalan ini disebabkan oleh dominasi aspek kognitif dalam konsep pendidikan modern, sehingga standar keberhasilan hanya diukur dari segi prestasi akademik dan mengakibatkan kurangnya perhatian dalam pendidikan karakter.
Gagasan utama yang diusung dalam penelitian ini berangkat dari rasa kepedulian terhadap peningkatan kasus kekerasan seksual terutama di dunia pendidikan. Jika biasanya artikel lain membahas tentang isu gender dan pendidikan Islam, maka artikel ini lebih berfokus pada pembentukan pendidikan relasional berbasis tarbiyah Qur'aniyah dengan contoh tarbiyah Luqman untuk laki-laki dan tarbiyah Maryam dalam untuk perempuan sebagai jawaban atas kritik terhadap konsep pendidikan modern.
Penelitian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa FDI yang bernaung di bawah LSO MIDRAS tidak hanya ahli dalam literatur Islam klasik, tetapi juga mampu mengaitkan untuk menjawab tantangan global kontemporer. Melalui karya ini, aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi —khususnya dalam pilar penelitian dan pengembangan ilmu— berhasil diimplementasikan secara nyata.
“Ternyata ikut konferensi ilmiah seperti ini seru juga ya, Bisa membawa gagasan ke forum ilmiah, apalagi artikel ilmiah adalah ruhnya perguruan tinggi.” Ucap tim setelah mempresentasikan karya.
