Mahasiswa FDI UIN Jakarta Raih Juara 2 IQT Fair 2026, Usung Model 3T untuk Rekonstruksi Tafsir Al-Qur’an
Mahasiswa FDI UIN Jakarta Raih Juara 2 IQT Fair 2026, Usung Model 3T untuk Rekonstruksi Tafsir Al-Qur’an

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di tingkat nasional. Ahmad Ivan Abid Nugroho berhasil meraih Juara 2 IQT Fair 2026 melalui karya tulis ilmiah Al-Qur’an yang menawarkan gagasan Model 3T sebagai pendekatan untuk merekonstruksi tafsir Al-Qur’an agar lebih relevan dalam menjawab persoalan sosial kontemporer.

Dalam ajang IQT Fair 2026 yang diselenggarakan oleh HMPS Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (26/9/2026), Ahmad Ivan Abid Nugroho sukses mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Model 3T: Ta‘āruf, Ta‘āwun, Ta‘mīr, Rekonstruksi Tafsir Tematik Khalifah, Preseden Piagam Madinah, dan Hima-Harim sebagai Kerangka Gerakan Ekologis Lintas Iman (Studi Kasus Eco Bhinneka Muhammadiyah)”.

Karya tersebut mengangkat gagasan pengembangan tafsir yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman tekstual, tetapi juga berupaya menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan kebutuhan dan persoalan kehidupan masyarakat masa kini. Melalui Model 3T, Ahmad Ivan menawarkan kerangka pemikiran yang mengintegrasikan nilai Ta‘āruf, Ta‘āwun, dan Ta‘mīr dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis serta berorientasi pada kemaslahatan.

Ahmad Ivan menjelaskan bahwa gagasan yang dikembangkan dalam karyanya berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan pemahaman Al-Qur’an yang memiliki relevansi dengan realitas kehidupan. Ia menjelaskan bahwa Konsep Ta‘āruf menekankan pentingnya saling mengenal dan memahami antarmanusia, sedangkan Ta‘āwun mengedepankan semangat kerja sama dalam menghadapi berbagai persoalan bersama. Sementara itu, Ta‘mīr diarahkan pada upaya membangun dan memberikan kontribusi nyata bagi kehidupan masyarakat.

Gagasan tersebut kemudian dihubungkan dengan rekonstruksi tafsir tematik mengenai konsep khalifah, preseden Piagam Madinah, serta konsep hima-harim sebagai kerangka pemikiran untuk mengembangkan gerakan ekologis lintas iman. Melalui pendekatan tersebut, kajian tafsir ditempatkan tidak hanya sebagai kajian keilmuan, tetapi juga sebagai salah satu instrumen untuk merespons persoalan sosial dan lingkungan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus mengembangkan kajian Al-Qur’an dan tafsir agar tidak hanya berhenti pada ruang akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dan solusi bagi persoalan masyarakat,” ujar Abid.

Capaian Juara 2 IQT Fair 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa FDI dalam mengembangkan tradisi akademik dan kajian Al-Qur’an yang responsif terhadap perkembangan zaman. Gagasan yang diangkat juga menunjukkan bahwa kajian keislaman dapat terus dikembangkan melalui riset dan pendekatan multidimensional yang berupaya mempertemukan nilai-nilai keagamaan dengan realitas sosial.

Prestasi tersebut sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai bagian dari sivitas akademika yang tidak hanya dituntut memiliki kemampuan memahami khazanah keislaman, tetapi juga mampu mengembangkan gagasan ilmiah yang relevan dengan berbagai persoalan masyarakat

FDI UIN Jakarta terus mendorong lahirnya mahasiswa yang memiliki tradisi akademik kuat, kritis dalam membaca persoalan, dan mampu menghadirkan gagasan keislaman yang kontekstual serta memberikan kontribusi bagi kehidupan masyarakat.