Perkuat Digitalisasi Administrasi, FDI UIN Jakarta Launching Aplikasi SIDO
Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta meluncurkan Sistem Data Online (SIDO) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan administrasi, khususnya dalam proses persuratan dan disposisi di lingkungan fakultas, pada Rabu (16/9/2026).
Peluncuran SIDO menjadi salah satu langkah FDI dalam mendorong transformasi digital pada layanan administrasi. Melalui sistem ini, proses pengelolaan surat dan disposisi diharapkan dapat dilakukan secara lebih praktis, terdokumentasi, dan mudah ditelusuri.
Dekan FDI Dr. Yuli Yasin, M.A., menyampaikan bahwa kehadiran SIDO merupakan sebuah inovasi positif yang sejalan dengan kebutuhan transformasi administrasi di lingkungan perguruan tinggi. “Ini merupakan inovasi yang positif. Selain paperless yang mendukung program unggulan Rektor terkait Green Campus, SIDO juga memudahkan kita untuk melakukan tracking surat maupun disposisi,” ujar Dekan.
Dengan sistem digital, proses persuratan diharapkan menjadi lebih mudah dipantau dari tahap pengajuan, disposisi, hingga tindak lanjut. Hal tersebut juga dapat membantu memastikan bahwa setiap surat memiliki alur administrasi yang lebih jelas dan terdokumentasi.
Meski demikian, Dekan menekankan bahwa keberadaan teknologi tidak serta-merta dapat menjadi ukuran keberhasilan perubahan administrasi. Menurutnya, implementasi SIDO perlu diikuti dengan proses adaptasi dan evaluasi agar manfaatnya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh pengguna. “Untuk saat ini mungkin perubahan yang terlihat dan terasa belum banyak, selain perubahan dari kertas ke layar,” ungkapnya.
Dekan juga mengingatkan seluruh pimpinan dan pengguna SIDO agar tetap mengedepankan ketelitian dan profesionalisme dalam setiap proses administrasi. Kemudahan teknologi, menurutnya, tidak boleh membuat proses pemeriksaan dokumen menjadi sekadar formalitas.
“Administrasi dan flow persuratan diharapkan semakin baik. Jangan sampai SIDO ini membuat para pimpinan terkait tidak teliti dan asal klik saja untuk paraf dan tanda tangan tanpa membaca terlebih dahulu,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa digitalisasi seharusnya memberikan kemudahan tanpa menghilangkan prinsip kehati-hatian dalam menjalankan tugas. “Praktis boleh, tetapi tidak berarti meninggalkan profesionalisme dalam bekerja,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha FDI Ahmadi, S.AP., M.Si., menjelaskan bahwa SIDO merupakan bentuk pengembangan teknologi digital dari yang sebelumnya pernah ada yaitu Sistem Administrasi Layanan Digital (SALAD), di dalamnya memuat beberapa layanan seperti Layanan Akademik FDI (LAFDI) yang dapat digunakan mahasiswa secara realtime.
Dalam upaya mendukung program Green Campus, Kabag berupaya mengembangkan lebih lanjut sistem layanan digital tersebut yang dapat digunakan pada proses persuratan antara para pimpinan dan staff di FDI. Melalui inovasi salah satu staff Muhammad Syafiih, S.Pd, hadir program SIDO yang tidak hanya dipandang sebagai perpindahan proses administrasi dari dokumen fisik ke sistem digital, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun budaya kerja yang lebih tertib, efektif, transparan, dan bertanggung jawab.
“melalui SIDO proses persuratan dan disposisi dapat berjalan lebih terstruktur serta memberikan kemudahan bagi seluruh pihak yang terlibat dan ini.menjadi program kolaborasi unit di FDI, mulai dari unit akademik, kepegawaian, keuangan, sampai kehumasan. Dari sini pimpinan terutama Dekan dapat mengetahui informasi mengenai data keuangan, data mahasiswa, data dosen, dan juga staff,” jelas Kabag.
Lebih lanjut, program ini nantinya bisa bersinergi atau saling mendukung dengan sistem yang sudah ada sebelumnya. “Terpenting adalah dukungan Dekan dan para pimpinan yang menjadi sebuah legalisasi dari sebuah kebijakan yang bisa dilakukan dan diteruskan, karena ada sebagian inovasi itu berhenti ketika pimpinan berganti,” ungkapnya.
Kabag berharap peluncuran SIDO menjadi langkah awal dalam penguatan transformasi digital administrasi di FDI. Ke depan, seluruh SDM dituntut untuk mampu berperan aktif dan memiliki kreatifitas dalam memberikan layanan terbaik. Evaluasi dan pengembangan sistem akan menjadi bagian penting agar inovasi tersebut tidak berhenti pada perubahan media kerja, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas tata kelola administrasi fakultas.
