Perkuat Internasionalisasi, FDI Lanjutkan Program Student Mobility ke USIM
Perkuat Internasionalisasi, FDI Lanjutkan Program Student Mobility ke USIM

Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta melepas enam mahasiswa untuk mengikuti program Student Mobility di Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Malaysia, pada 25 Oktober–1 November 2026. Program ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya sebagai bagian dari upaya fakultas memperluas wawasan internasional dan pengalaman akademik mahasiswa.

Kegiatan pelepasan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026 di ruang rapat fakultas. Acara ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Imam Sujoko, MA, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Dr. Fatihunnada, M.A., Ketua Program Studi S1 Dr. Aida Humaira, M.A., Sekretaris Program Studi S1 Dr. Daud Lintang, M.A., serta sejumlah tenaga kependidikan. Hadir pula Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Ali Munhanif, M.A., Ph.D yang memberikan sambutan dan wejangan kepada para peserta.

Dalam arahannya, Dekan FDI UIN Jakarta Dr. Yuli Yasin, M.A., menyampaikan bahwa program Student Mobility tetap menjadi salah satu komitmen fakultas dalam mendukung pengembangan mahasiswa, meskipun FDI tengah menjalani proses reakreditasi program studi S1 dan akreditasi program studi S2.

Ia menjelaskan bahwa fakultas memberikan dukungan pembiayaan bagi para peserta, dengan mahasiswa menanggung biaya tiket perjalanan pulang-pergi ke Malaysia. Dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman akademik internasional sekaligus menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi pengembangan keilmuan.

Dekan juga menyoroti capaian program Student Mobility tahun sebelumnya, ketika sebagian besar peserta berhasil memublikasikan artikel ilmiah. Capaian tersebut diharapkan dapat dilanjutkan dan ditingkatkan melalui program tahun ini. Salah satu luaran yang ditargetkan adalah kolaborasi penulisan artikel ilmiah antara mahasiswa, dosen pembimbing dari FDI UIN Jakarta, dan dosen USIM Malaysia.

“Adik-adik peserta harus menjaga nama baik Fakultas Dirasat Islamiyah dan UIN Jakarta selama mengikuti program di Malaysia,” demikian pesan Dekan kepada para mahasiswa. Ia menekankan pentingnya menjaga sikap, kedisiplinan, dan tanggung jawab sebagai representasi institusi di lingkungan akademik internasional.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Ali Munhanif, M.A., menegaskan bahwa Student Mobility merupakan program penting dalam pengembangan karakter, wawasan, dan pengalaman mahasiswa. Menurutnya, program ini dirancang untuk memberikan paparan internasional kepada mahasiswa jenjang sarjana sehingga mereka memiliki kesempatan untuk mengenal lingkungan akademik dan budaya yang berbeda.

Ia juga mengapresiasi FDI UIN Jakarta yang tetap melanjutkan program tersebut di tengah kecenderungan sejumlah penyelenggara lain menghentikan kegiatan serupa. Keberlanjutan program ini, menurutnya, merupakan hal positif yang perlu dipertahankan sebagai bagian dari pengembangan kualitas pendidikan tinggi.

Lebih lanjut, Prof. Ali menjelaskan bahwa pengalaman internasional dapat menjadi salah satu pendorong transformasi masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pembelajaran lintas negara, termasuk melalui interaksi dengan lingkungan akademik Malaysia, untuk memperluas perspektif mahasiswa mengenai pembangunan dan perubahan sosial.

Menurutnya, meskipun berlangsung dalam waktu relatif singkat, program Student Mobility dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi perjalanan hidup mahasiswa. Pertemuan dengan budaya dan perspektif yang berbeda membuka ruang bagi mahasiswa untuk membangun imajinasi, memperluas cara pandang, dan merumuskan aspirasi masa depan.

Melalui program Student Mobility di USIM Malaysia, FDI UIN Jakarta berharap keenam mahasiswa peserta tidak hanya memperoleh pengalaman akademik dan lintas budaya, tetapi juga mampu mengembangkan jejaring internasional serta menghasilkan karya ilmiah kolaboratif. Program ini sekaligus menjadi bagian dari upaya fakultas memperkuat internasionalisasi pendidikan dan meningkatkan kontribusi akademik mahasiswa di tingkat global.