Selamat! Tim Abqary Fakultas Dirasat Islamiyah Peroleh Golden Ticket ke Ajang International Qatar Debate 2026
Yogyakarta, 13 April 2026 – Tim debat LSO Abqary Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Qatar Debate: Indonesia Chapter yang diselenggarakan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta pada tanggal 11–13 April 2026.
Kompetisi ini diikuti oleh 15 tim dari berbagai universitas di Indonesia. Dalam ajang bergengsi tersebut, LSO Abqary dipercaya mewakili UIN Jakarta dengan mengirimkan empat delegasi terbaiknya, yaitu Ali Dzulfikar Ihya Ulumuddin, Mutiara Hikmah, Redy Muharram, dan Abdel A’la Gadelhaq.
Rangkaian perlombaan diawali dengan babak penyisihan yang terdiri dari lima pertandingan. Dari tahap ini, dipilih delapan tim dengan perolehan nilai tertinggi untuk melaju ke babak eliminasi. Tim Abqary berhasil memenangkan tiga dari lima pertandingan dan menempati peringkat kelima secara keseluruhan, sehingga berhak melaju ke babak perempat final.
Pada babak perempat final, tim Abqary berhadapan dengan tim dari UIN Sunan Kalijaga (UIN SUKA) dan berhasil melaju ke babak semifinal. Di semifinal, tim Abqary dipertemukan dengan tuan rumah, tim Universitas Islam Indonesia (UII), yang dikenal sebagai tim terkuat dengan rekor kemenangan sempurna sejak awal kompetisi. Seluruh anggota tim UII dikenal memiliki kefasihan tinggi dalam berbahasa Arab, bahkan salah satu di antaranya pernah mewakili Indonesia dalam ajang Qatar Debate tahun 2024.
Menghadapi lawan dengan rekam jejak demikian, tim Abqary tidak memasang ekspektasi tinggi. Bahkan, salah satu anggota tim, Abdel A’la Gadelhaq, menyampaikan dengan penuh keikhlasan, “Aku ikhlas, tidak apa-apa jika kita kalah dari tim UII. Karena wajar jika kalah dari tim yang belum pernah kalah sejak awal. Jika kalah, itu hal yang wajar. Namun jika menang, itu menjadi nilai lebih bagi kita.”
Ketika pimpinan juri, Ustadz Sahni Arja, naik ke podium untuk mengumumkan tim yang berhak melaju ke babak final, seluruh tim Abqary telah berada dalam kondisi tawakal dan penuh keikhlasan. Namun, takdir berkata lain. Dengan izin Allah SWT, tim Abqary dinyatakan lolos ke babak final, sebuah capaian yang melampaui ekspektasi awal dan disambut dengan penuh rasa syukur.
Pada babak final, tim Abqary berhadapan dengan tim dari Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor. Mosi yang diperdebatkan mengangkat isu internasionalisasi Selat Hormuz di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam pertandingan tersebut, tim Abqary berada pada posisi pro, sementara tim UNIDA Gontor berada pada posisi kontra. Jalannya debat berlangsung sengit dan penuh dinamika, mencerminkan kualitas tinggi dari kedua tim finalis.
Berdasarkan keputusan dewan juri, tim UNIDA Gontor berhasil meraih juara pertama, sementara tim Abqary UIN Jakarta meraih posisi juara kedua. Selain itu, salah satu delegasi Abqary, Abdel A’la Gadelhaq, berhasil meraih predikat “أفضل المتناظر” (pembicara terbaik), yang diberikan kepada lima pembicara dengan akumulasi nilai tertinggi selama babak penyisihan.
Atas capaian tersebut, tim juara pertama dan kedua berhak memperoleh golden ticket untuk berpartisipasi dalam ajang Qatar Debate 2026 di tingkat internasional.
Prestasi ini tidak terlepas dari doa dan dukungan berbagai pihak, khususnya keluarga, para dosen Fakultas Dirasat Islamiyah, serta rekan-rekan mahasiswa yang senantiasa memberikan semangat.
Dengan capaian ini, diharapkan tim Abqary UIN Jakarta dapat mewakili Indonesia dengan sebaik-baiknya dan mampu tampil maksimal pada ajang Qatar Debate 2026 mendatang, serta terus mengharumkan nama institusi di kancah internasional.
