SEMA FDI Gelar Musyawarah Perwakilan Mahasiswa Fakultas (MPMF) 2026 untuk Kawal Aspirasi dan Teguhkan Reformasi
SEMA FDI Gelar Musyawarah Perwakilan Mahasiswa Fakultas (MPMF) 2026 untuk Kawal Aspirasi dan Teguhkan Reformasi

Ciputat, Jumat, 26 Juni 2026 – Senat Mahasiswa Fakultas Dirasat Islamiyah (SEMA FDI) resmi menyelenggarakan kegiatan Musyawarah Perwakilan Mahasiswa Fakultas (MPMF) 2026. Kegiatan yang bertempat di Ruang Meeting FDI Lantai 2 ini menjadi momentum krusial bagi seluruh perwakilan mahasiswa untuk memperkuat fungsi legislasi, pengawasan, serta menyatukan persepsi guna merumuskan tata kelola organisasi yang relevan di lingkungan fakultas. Dengan mengusung tema “Mengawal Aspirasi, Meneguhkan Reformasi Menuju Organisasi Mahasiswa Produktif dan Adaptif”, forum ini diarahkan untuk menanamkan semangat pengawalan hak-hak mahasiswa secara konsisten, sekaligus mempertegas komitmen reformasi lembaga agar mampu bergerak produktif dan lincah dalam menghadapi berbagai dinamika kampus.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.00 WIB ini melibatkan dan mengundang kehadiran rekan-rekan pengurus dari Dewan Mahasiswa (DEMA FDI) serta berbagai Lembaga Semi Otonom (LSO) di bawah naungan FDI. Di antaranya adalah MIDRAS (Mind in Innovative Developing Research Academic Science), Abqary (Naadil Al-Munaazhiriin bil Lughah Al-Arabiyah), dan Maqra (Majmu'atul Ashhabul Qurro). Kehadiran perwakilan LSO ini menjadi kunci penting untuk turut mengawal langsung jalannya forum tertinggi legislatif tingkat fakultas secara transparan dan demokratis. Melalui pelaksanaan rangkaian sidang ini, seluruh elemen mahasiswa dan perwakilan LSO duduk bersama untuk menyusun draf persidangan, membahas mekanisme organisasi, dan mematangkan langkah strategis yang berorientasi pada kemaslahatan seluruh civitas akademika.

Rangkaian forum tertinggi ini berjalan melalui beberapa tahapan sidang yang sangat dinamis. Persidangan diawali dengan Sidang Pendahuluan yang fokus pada pembahasan serta pengesahan Manual Acara dan Tata Tertib MPMF 2026, yang dipimpin oleh Fatih Abdurrahman selaku Presidium I, didampingi oleh M. Fitrah Murappal sebagai Presidium II, dan Bella Putri Liandy selaku Presidium III yang kemudian dilanjutkan dengan pemilihan serta pengesahan Presidium Sidang Tetap dari jajaran fungsionaris SEMA-FDI yaitu Redy Muharram sebagai Presidium I, M. Irham Maulana sebagai Presidium II dan M. Syafiqurrahman sebagai Presidium III.

Memasuki Sidang Pleno I, forum mulai melakukan pembahasan mendalam terhadap Rancangan Undang-Undang mengenai Pedoman Organisasi guna menguatkan struktur dan arah gerak lembaga kemahasiswaan agar lebih kredibel. Setelah itu, dinamika berlanjut pada Sidang Pleno II yang membedah RUU Administrasi dan Kesekretariatan demi menciptakan standardisasi birokrasi yang rapi dan tertib di lingkungan ORMAWA FDI. Menjelang sore hari, tensi persidangan tetap terjaga dengan baik dalam Sidang Pleno III yang membahas mekanisme krusial seperti aturan Reshuffle, Pelaksanaan Pemberhentian, Pengawasan SEMA, hingga Pedoman Pelaksanaan Kegiatan.

Puncak dari rangkaian MPMF 2026 terjadi pada Sidang Paripurna yang digelar mulai pukul 13.00 WIB. Secara kolektif-kolegial, Presidium Sidang mengetok palu pengesahan secara resmi terhadap lima produk hukum dan legislasi kemahasiswaan baru. Ketetapan-ketetapan yang disahkan tersebut meliputi pengesahan Susunan Acara MPMF 2026, pengesahan Tata Tertib MPMF 2026, pengesahan Presidium Sidang Tetap MPMF 2026, pengesahan Pedoman Kepengurusan Organisasi Kemahasiswaan FDI, serta pengesahan Pedoman Administrasi dan Kesekretariatan Organisasi Kemahasiswaan FDI.

Melalui hasil akhir MPMF 2026 ini, seluruh regulasi dan amandemen undang-undang yang telah disepakati kini resmi bersifat mengikat bagi SEMA, DEMA, maupun LSO di lingkungan Fakultas Dirasat Islamiyah. Dengan lahirnya keputusan-keputusan strategis yang kokoh dalam koordinasi serta matang dalam perencanaan ini, diharapkan ORMAWA FDI mampu berjalan selaras dalam mengawal aspirasi demi mewujudkan kemajuan dan reformasi positif di Fakultas Dirasat Islamiyah UIN Jakarta.