Water Youth Challenge
Jakarta, 4 Mei 2026. Saya sebagai delegasi DEMA FDI berkesempatan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Erasmus Huis, Embassy of the Netherlands, Jakarta Selatan. Kegiatan ini mengangkat tema besar mengenai air dengan tema “Water Impact Week Festival”, sekaligus memperingati 25 tahun kerja sama Water Impact antara Indonesia dan Belanda.
Salah satu rangkaian utama dalam kegiatan ini adalah Water Youth Challenge, yang melibatkan partisipasi mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan IPB University. Sebelum pelaksanaan kegiatan, panitia telah mengadakan sesi briefing pada Kamis, 30 April 2026. Dalam sesi tersebut, peserta diberikan gambaran umum terkait alur kegiatan serta arahan teknis pelaksanaan. Selain itu, peserta juga diarahkan untuk melakukan diskusi awal secara daring bersama kelompok yang telah ditentukan.
Dalam kegiatan ini, peserta diberikan tugas untuk merancang konsep poster yang berfokus pada isu krisis air bersih di Desa Pulau Bahagia, Muaragembong. Permasalahan tersebut tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada satwa primata, khususnya Lutung Jawa. Melalui tugas ini, peserta diharapkan mampu memberikan solusi kreatif sebagai bentuk kontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Pada hari pelaksanaan, kegiatan diawali dengan proses registrasi dan sarapan yang disediakan oleh panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi pembukaan oleh ketua pelaksana serta pihak terkait, yang sekaligus memberikan arahan mengenai challenge yang akan dilakukan. Dalam tantangan tersebut, peserta diminta untuk membuat poster dengan konsep yang tidak konvensional, yaitu dalam bentuk tampilan profil Instagram.
Panitia menyediakan media berupa kertas berukuran besar yang menyerupai halaman profil Instagram, lengkap dengan bagian profil, biodata, serta feed yang masih kosong. Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok diminta untuk berperan sebagai seekor lutung bernama Tole yang berasal dari Desa Pantai Bahagia, Muaragembong. Melalui pendekatan ini, peserta diharapkan mampu mengangkat isu keterbatasan akses air bersih dari sudut pandang satwa, khususnya Lutung Jawa.
Peserta kemudian bekerja sama dalam kelompok selama dua jam untuk menyusun dan menyelesaikan proyek tersebut. Kelompok kami terdiri atas dua mahasiswa IPB University dan tiga mahasiswa UIN Jakarta, yang saling berkolaborasi dalam mengembangkan ide serta visualisasi poster.
Setelah proyek selesai, seluruh hasil karya dipamerkan di area yang telah disediakan. Setiap karya mendapatkan penilaian dari pengunjung melalui mekanisme penempelan stiker sebagai bentuk voting. Selain itu, penilaian utama juga ditentukan melalui sesi presentasi singkat oleh perwakilan masing-masing kelompok dengan durasi satu menit.
Kelompok kami (kelompok lima) diwakili oleh satu mahasiswa IPB University yang menyampaikan presentasi dalam bahasa Inggris. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow yang menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Retno Marsudi, Dr. Arie Setiadi Moerwanto, Prof. Dr. Ing. Wiwandari Handayani, serta Isten Sweno Tamba, dengan Ivo van der Linden sebagai moderator.
Sebagai penutup rangkaian acara, panitia mengumumkan pemenang Water Youth Challenge. Berdasarkan hasil penilaian, kelompok kami dinyatakan sebagai pemenang. Sebagai bentuk apresiasi, kami memperoleh kesempatan mengikuti one day trip ke Desa Pulau Bahagia, Muaragembong, untuk melakukan observasi langsung terhadap habitat lutung serta kondisi akses air bersih di wilayah tersebut.
